PLASADANA.COM - Ini kisah Lily, anak usia 14 tahun yang
"belajar bisnis" dari kerja paruh waktu saat Natal. Tentu saja kerja
sambilan, karena tugasnya menjadi peri Natal di Gua Santa.
Lima hal ini diperolehnya selama tiga minggu menjadi peri yang baik itu. Ibunya, Margaret Hefferman, menuturkan kembali kepada Inc., lewat tulisan.1. Orang ingin tahu apa yang Anda tawarkan
Gara-garanya, gua tempat dia menjadi peri, ada di tempat terpencil. Sulit mencarinya. Karena itu, petunjuk besar dan jelas menuju lokasi, menjadi sangat penting agar orang tahu apa yang ditawarkan lokasi itu.
2. Sibuk itu menyenangkan
Jangan biasakan banyak duduk. Buatlah agenda kesibukan. Mengabaikan waktu tanpa kesibukan hanya akan melahirkan ketidakpuasan.
3. Loyalitas pada orang
Orang bekerja di sebuah tempat belum tentu dia loyal pada perusahaan. Bisa jadi, seperti dialami Lily, bocah menjelang remaja ini begitu merindukan Santa Claus walaupun sedang sakit. Bukan rindu tempat usahanya sampai-sampai dia tetap masuk walau sedang flu. Jadi, loyalitas bisa saja terhadap orang.
4. Melakukan pekerjaan besar itu menyenangkan
Membahagiakan konsumen merupakan pekerjaan besar. Rasa lelah dan bayaran tanpa upah lembur bisa terhapus jika melihat konsumen puas atas layanan yang diberikan.
5. Uang yang Anda peroleh, itu berbeda dengan uang pemberian
Menerima uang dari hasil jerih payah sendiri, akan memiliki rasa yang berbeda dengan uang pemberian orang lain. Bahkan seperti Lily, membelanjakannya untuk hal yang tak perlu pun rasanya sayang. "Saya memilih menabungnya," ujar dia.
Penulis: Hikmatul Adrianto
0 Response to "Pelajaran Bisnis dari Anak Usia 14 Tahun"
Posting Komentar