Harga Emas di Persimpangan

PLASADANA.COM - Harga emas di bursa berjangka dapat angin segar, sehingga mampu menciptakan minggu terbaik sepanjang dua bulan terakhir.
Pada minggu lalu, kenaikan emas dipicu oleh kekhawatiran para investor terhadap kemungkinan meningginya inflasi, mengingat bank sentral di sejumlah negara mempertahankan kebijakan pelonggaran moneter. Di antaranya adalah Amerika dan Jepang.
Dalam kondisi seperti itu, para investor bahkan termasuk pembeli ritel, ikut memburu emas batangan, koin, serta perhiasan. Sejumlah analis mencatat bahwa permintaan terhadap emas fisik. Mereka ingin mengamankan asetnya, jika memang inflasi berpotensi menggerus nilai asetnya.
Akibatnya, perdagangan di bursa berjangka New York, harga emas untuk pengiriman April naik 0,1 persen pada akhir minggu kemarin. Ini merupakan kenaikan tambahan, setelah sebelumnya naik 1 persen. Komoditas tersebut diperdagangkan di posisi US$ 1.592,60 per troi ons.
Kendati demikian, banyak juga analis yang tetap mengkhawatirkan harga emas pada tahun ini. Alasannya, dengan membaiknya ekonomi, bahkan indeks harga konsumen Amerika yang naik di atas perkiraan, bisa membuat bursa saham lebih menarik sebagai tempat investasi ketimbang emas.
Apalagi hingga kini, Alan Greenspan, mantan Gubernur Bank Sentral Amerika menilai bahwa harga saham masih berada di bawah harga wajar. Dengan begitu, harganya masih bisa naik kendati laju kenaikan indeks di bursa saham Amerika sudah mencatat sejarah baru.
Inilah yang tetap saja dikhawatirkan oleh para analis, karena bisa menekan harga emas.
Penulis: Fahmi Anwari

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harga Emas di Persimpangan"

Posting Komentar